Jember – Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember (Prodi MIH FH UNEJ) menyelenggarakan Academic Writing Workshop bagi mahasiswa Prodi MIH angkatan tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan FH UNEJ pada tanggal 2 sampai 3 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Program Studi Magister Ilmu Hukum dalam meningkatkan kualitas proses akademik, khususnya kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah dan publikasi yang memenuhi standar akademik.

Mengangkat tema penulisan karya ilmiah bidang hukum di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kegiatan menghadirkan akademisi dan peneliti sebagai narasumber serta melibatkan dosen penelaah dalam sesi klinik naskah dan pendampingan draf tesis.

Dekan FH UNEJ, Prof. I Gede Widhiana Suarda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan AI perlu direspons secara konstruktif oleh sivitas akademika. Ia menekankan bahwa teknologi AI harus diposisikan sebagai instrumen pendukung dalam proses akademik dan tidak menggantikan kemampuan berpikir kritis maupun orisinalitas peneliti.

“AI harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengambil alih nalar kritis dan orisinalitas pemikiran hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Prodi MIH FH UNEJ, Al Khanif, Ph.D., menjelaskan bahwa workshop dirancang untuk memberikan pendampingan yang lebih konkret kepada mahasiswa.

Menurutnya, penyelesaian tesis dan publikasi merupakan bagian penting sekaligus tantangan dalam pendidikan mahasiswa magister. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi mengenai penulisan akademik, tetapi juga kesempatan untuk berkonsultasi dan memperoleh masukan langsung terhadap draf penelitian para mahasiswa.

Workshop menghadirkan Lilis Mulyani, S.H., LL.M., Ph.D. dari BRIN dan Amira Paripurna, S.H., LL.M., Ph.D. dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga sebagai narasumber.

Lilis Mulyani memberikan penguatan mengenai etika penggunaan AI dalam penelitian sosial dan hukum. Ia menekankan pentingnya menjaga orisinalitas argumentasi dan menempatkan analisis kritis sebagai tanggung jawab utama peneliti.

Sementara itu, Amira Paripurna membagikan strategi penyusunan analisis hukum serta pendekatan untuk meningkatkan kualitas artikel agar memiliki peluang lebih besar untuk dipublikasikan pada jurnal bereputasi.

Pada hari kedua, mahasiswa mengikuti sesi klinik dan bedah naskah berdasarkan rumpun keilmuan, meliputi Hukum Tatanegara, Hukum Perdata, dan Hukum Pidana. Sesi tersebut didampingi oleh para dosen penelaah sesuai bidang keahlian masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan pengarahan dari Koordinator Program Studi Magister Ilmu Hukum. Dalam kesempatan tersebut, Al Khanif mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan seluruh tahapan akademik secara optimal dan sesuai target waktu.

Khusus bagi mahasiswa angkatan 2025, Program Studi memberikan tantangan berupa target penyelesaian studi tiga semester. Apabila sedikitnya 10 mahasiswa dari angkatan tersebut mampu menyelesaikan studi dan lulus dalam tiga semester, Program Studi menjanjikan pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

Pelaksanaan Academic Writing Workshop 2026 menjadi salah satu langkah strategis FH UNEJ dalam memperkuat budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjunjung tinggi integritas ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *