SEJARAH FH UNEJ
Awal mulanya bernama Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat “Universitas Tawang Alun” Jember, didirikan pada 5 Nopember 1957 oleh Yayasan Universitas Tawang Alun Jember (Akta Notaris No. 13 Tanggal 8 Maret 1958). Yayasan ini kemudian mendirikan universitas swasta dengan nama Universitas Tawang Alun (UNITA). Yayasan ini digagas oleh dr. R. Achmad dengan R. Th. Soengedi dan R. M. Soerachman, ketiganya dikenal Panitia Triumviraat.
Pada tahun 1963, UNITA beralih status menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan nama Universitas Brawidjaya Cabang Jember, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 1 Tahun 1963 tanggal 5 Januari 1963. Lalu, Fakultas Hukum Universitas Tawang Alun berubah pula menjadi Fakultas Hukum Universitas Brawidjaya Cabang Jember. Sejak 10 November 1964, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 151 tahun 1964 tanggal 9 Nopember 1964 berdiri Universitas Negeri Djember yang disingkat UNED. UNED secara resmi didirikan sebagai universitas negeri yang memiliki otonomi dan memisahkan diri dari Universitas Brawijaya, yang sekarang dikenal dengan Universitas Jember (UNEJ). Fakultas Hukum dengan cabangnya di Banyuwangi menjadi salah satu embrio lahirnya UNEJ, termasuk Fakultas Hukum UNEJ.
PERKEMBANGAN FH UNEJ
Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ) telah diakui reputasi dan kredibilitasnya, dibuktikan dengan raihan akreditasi “Unggul” dari BAN-PT sekaligus sebagai satu-satunya FH di Indonesia yang memiliki organisasi bantuan hukum terakreditasi A. Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ) dengan beberapa program studi diantaranya: S1 Ilmu Hukum, S2 Ilmu Hukum, S2 Kenotariatan dan S3 Ilmu Hukum telah berpartisipasi melaksanakan hak warga negara untuk mendapatkan pendidikan tinggi hukum dan kesemua Program Studi tersebut telah mendapatkan akreditasi “Unggul”.
FH UNEJ memiliki dosen dengan gelar S3 dan sertifikasi profesional sebesar 62%. Dalam hal publikasi, FH UNEJ memiliki 9 jurnal ilmiah dengan 1 jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus. FH UNEJ menyelenggarakan pendidikan hukum di semua jenjang (S1, S2, S3) dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 2300 orang dari seluruh Indonesia. Dosen FH UNEJ berkontribusi dalam pembangunan hukum, seperti keikutsertaan sebagai penyusun KUHP Nasional maupun legislasi lainnya. Mahasiswa FH UNEJ juga berhasil menjadi finalis pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat nasional pada tahun 2022 dan 2023. Kontribusi alumni FH UNEJ terwadahi dalam Organisasi Keluarga Alumni yang diketuai oleh Dr. Ivan Yustiavandana yang saat ini sebagai Kepala PPATK.
Pondasi utama dari prestasi dan layanan berupa prinsip: “Ilmu, Amal, Integritas”. Filosofinya adalah menjaga keseimbangan antara pengembangan ilmu hukum, pengabdian, dan pengasahan integritas segenap civitas akademika. Pelayanan berbasis teknologi informasi telah dikembangkan melalui Sistem Layanan Terpadu FH UNEJ (Silat HUKUM). Wujud dari keberhasilan pembangunan integritas dibuktikan dengan raihan penghargaan dari Mendikbudristek sebagai unit kerja pelayanan berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).